Prof. A. Rahman: Belajar Saat Ujian Perilaku Buruk Mahasiswa

Prof. A. Rahman Lubis, Ph.D mengingatkan mahasiswa jangan hanya memfokuskan belajar disaat-saat menjelang ujian tiba. “Belajar saat mau ujian itu termasuk perilaku mahasiswa yang buruk”. Ujar Prof. A. Rahman. Direktur Pascasarjana Program Doktor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. A. Rahman Lubis, Ph.D menegaskan hal itu ketika menyampaikan kuliah umum dihadapan mahasiswa Universitas Teuku Umae(UTU), 22 Agustus 2016. Kuliah umum yang bertema “ Modal manusia dalam organisasi” dilanjutkan dengan session Tanya jawab dengan para mahasiswa.

Read more...
 
Anggota DPD RI Kunjungi UTU

Senator Asal Aceh, Rafly Kande mengunjungi Universitas Teuku Umar, dalam kunjungannya ke UTU anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Aceh ini diterima langsung oleh Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA di ruang kerja Rektor UTU, Senin 22/08/2016. Dalam kunjungannya ke UTU selama lebih kurang dua jam, Rafly Kande sangat mengapresiasi kinerja Prof. Jasman yang sudah membawa UTU menjadi semakin baik dan mulai diminati oleh banyak kalangan masyarakat.

Read more...
 
Mahasiswa Perikanan Praktikum Biologi Laut di Aceh Jaya

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan praktikum biologi laut di Kabupaten Aceh Jaya, dikawasan Pulo Reusam, beberapa hari yang lalu. Selain itu, mahasiswa praktikum juga melihat mangrove dikawasan Aceh Jaya.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 51

Cakrawala UTUNEWS

Barsela Menuju Sentral Perkebunan Aceh

Provinsi Aceh dengan luas wilayah 5.677.081 hektar memiliki potensi sumberdaya alam yang berlimpah mulai dari sumberdaya hutan, perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, pertambangan dan sebagainya. Pada saat Prof. Dr. Ibrahim Hasan menjabat sebagai Gubernur Aceh, beliau membagi wilayah Aceh ini menjadi dua zona, yaitu zona industri wilayah pantai utara dan timur, dan zona pertanian terdiri dari wilayah pantai barat, selatan dan tengah. Menurut penulis, pembagian zona ini sangat tepat untuk pengembangan wilayah sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah yang ada. Kini zona tersebut telah pudar dan tidak digunakan lagi sebagai pedoman dalam pengembangan wilayah berbasis zonasi dan potensi daerah. Oleh sebab itu kita perlu menggali kembali potensi wilayah dan permasahalaan yang terjadi ditengah masyarakat dan mencoba menyelesaikannya sendiri berdasarkan kekuatan dan kearifan lokal masyarakat.

UMB-PTN 2016




UNIVERSITAS TEUKU UMAR


Chat Langsung

Diskusi Bersama



Tamu Online

We have 12 guests online